Blog RS Santa Elisabeth Medan

Meningitis Bakterial

Meningitis Bakterial

PENGERTIAN

Meningitis bakterial (disebut juga meningitis piogenik akut atau meningitis purulenta) adalah suatu infeksi cairan likuor serebrospinalis dengan proses peradangan yang melibatkan piameter, arakhnoid, ruangan subarakhnoid dan dapat meluas ke permuikaan otak dan medula spinalis.

ANAMNESIS

Gejala timbul dalam 24 jam setelah onset, dapat juga akibat subakut antara 1-7 hari. Gejala berupa demam tinggi, menggigil, sakit kepala, fotofobia, mialgia, mual, muntah, kejang, perubahan status mental sampai penurunan kesadaran.

menigitis-bakterial

PEMERIKSAAN FISIK

  • Tanda – tanda rangsang meningeal
  • Papil edema biasanya tampak beberapa jam setelah onset
  • Gejala nourologis fokal berupa gangguan saraf kranialis
  • Gejala lain : infeksi ekstrakranial misalnya sinusitis, otitis media, mastoiditis, pneumonia, infeksi saluran kemih, arthiritis (N. Meningitidis).

EDUKASI

Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga meliputi pengertian, tanda dan gejala, cara mendiagnosa dan pengobatan serta prognosis pasien.

 

More

Sefalgia/Headach (Nyeri Kepala)

Sefalgia/Headach (Nyeri Kepala)

SEFALGIA/ HEADACHE/ NYERI KEPALA

 

PENGERTIAN

Nyeri kepala ialah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada seluruh daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai ke daerah belakang kepala (area oksipital dan sebahagian daerah tengkuk.

 

ANAMNESIS

Penderita ditanyakan frekuensi serangan nyeri kepala, durasinya, karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas, bertambah berat dengan aktifitas atau tidak), gejala penyerta (nausea, muntah, fotofobia, fonofobia) dan apakah ada kaitan dengan kelainan lain. Ada tidaknya gejala prodromal, aura dan faktor pencetus. Riwayat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial dan tanda-tanda infeksi. Riwayat trauma, pemakaian obat, kelainan psikiatrik dan penyakit lainnya seperti pada mata, gigi, dan lain-lain.

 

PEMERIKSAAN FISIK

  • Nyeri kepala primer tidak ditemukan kelainan neurologis fokal
  • Nyeri kepala sekunder dan lainnya dapat dijumpai kelainan neurologis fokal, tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial dan tanda-tanda infeksi.

 

EDUKASI

Penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit nyeri kepala primer dan sekunder, pengobatannya dan prognosisnya. Merubah gaya hidup menjadi hidup sehat.

 

 

More

Trauma Kapitis (Cedera Kepala)

Trauma Kapitis (Cedera Kepala)

TRAUMA KAPITIS (CEDERA KEPALA)

 

PENGERTIAN

Trauma kapitis adalah trauma mekanik langsung terhadap kepala baik secara langsung ataupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologis yaitu gangguan fungsi fisik, kognitif, fungsi psikososial baik temporer maupun permanen.

 

ANAMNESIS

  • Trauma kapitis dengan/ tanpa gangguan kesadaran atau lucid interval
  • Perdarahan/ otorrhea/ rhinorrhea
  • Amnesia traumatika (retrograde/ anterograd)

 

PEMERIKSAAN FISIK

  • Skala Koma Glasgow (SKG) merupakan penilaian neurologis yang cepat pada trauma kapitis yang akut
  • Pemeriksaan tanda – tanda trauma luar, memar atau perdarahan di kepala dan scalp dan darah di liang telinga atau di dekat membran timpani dapat sebagai petunjuk kerusakan otak yang terselubung. Juga perlu diperhatikan cedera pada cervical dan sistemik lainnya.
  • Pemeriksaan neurologis lainnya
    • Fungsi batang otak: besar dan reaksi pupil, respon okulosefalik (Doll’s eye phenomenon) dan respon okulovestibular/ okuloauditorik.
    • Pola pernafasan: Cheyne Stokes, Central neurogenic hyperventilation, Apneustic breathing atau Ataxic breathing
    • Pemeriksaan fungsi motorik: kekuatan otot, reflex tendon dan tonus otot
    • Pemeriksaan funduskopi

 

EDUKASI

Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga meliputi pengertian, keadaan pasien (gawat darurat atau tidak), langkah-langkah pengobatan (jika memerlukan operasi) dan prognosis pasien.

 

 

More

Neuropati

Neuropati

NEUROPATI

 

PENGERTIAN

Proses patologi yang mengenai susunan saraf perifer, berupa proses demielinisasi atau degenerasi aksonal atau kedua-duanya. Sususan saraf perifer mencakup saraf otak, saraf spinal dengan akar saraf serta cabang-cabangnya, saraf tepi dan bagian-bagian tepi dari susunan saraf otonom.

 

ANAMNESIS

Keluhan berupa keluhan nyeri, rasa terbakar, ditusuk, disayat, hentakan, kesetrum, parastesia, hilang rasa, kurang rasa, disestesia, hiperlagesia, alodinia, hiperpatia, nyeri pantom, penurunan rasa vibrasi dan posisi, kelemahan motorik dan keluhan vasomotor/sudomotor/atrofi jaringan subkutan. Ditanyakan awitan, perjalanan penyakit, mencari penyakit dasar (diabetes melitus, trauma, neuralgia trigeminal, neuroma dan herpes zoster), riwayat pengobatan, kualitas nyeri, lokasi, distribusi/penjalaran, faktor yang meringankan/memperberat. Anamnesis psikologis/”pain triad” (kecemasan, depresi, gangguan tidur).

 

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan neurologis meliputi pemeriksaan sensorik (parestesia, nyeri, terbakar, penurunan rasa raba, vibrasi dan posisi), pemeriksaan motorik (kelemahan otot-otot), reflek tendon menurun dan fasikulasi.

 

EDUKASI

Memberikan informasi yang mudah dipahami pasien tentang penyakitnya, pengobatan dan hal-hal yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan. Memberikan edukasi mengenai aktifitas fisik sehari-hari, kepatuhan mengkonsumsi obat dan sebagainya.

 

More