Blog RS Santa Elisabeth Medan

Pengangkatan PPNI Komisariat RS. Santa Elisabeth

Pengangkatan PPNI Komisariat RS. Santa Elisabeth

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merupakan satu-satunya Organisasi Profesi (OP) Perawat yang diakui oleh negara/pemerintah Republik Indonesia berdasarkan amanah Undang-undang No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, ini berarti tidak ada organisasi profesi perawat selain PPNI. Adapun Sub-organisasi atau himpunan/ikatan dibawah nauangan PPNI terdiri dari : HIPGABI, HPMI, IKPAMI dan himpunan/ikatan lain yang telah diakui oleh PPNI.

Pertanyaan sekarang, apakah Anda seorang perawat yang telah menjadi anggota PPNI ? dan apa buktinya.

Kenyataannya masih ada teman perawat yang belum menjadi anggota PPNI dan kita bersyukur saat ini Rumah Sakit Santa Elisabeth telah memiliki komisariat PPNI dan kepengurusan yang baru telah dilantik oleh Ketua PPNI Kota Medan Ibu Farida Aruan.

Dengan demikian sangat memudahkan perawat yang bekerja di Rumah Sakit Santa Elisabeth untuk segera mendaftar menjadi anggota PPNI, untuk itu kami dari Komisariat PPNI Rumah Sakit Santa Elisabeth mengajak semua teman perawat untuk mendaftar menjadi anggota PPNI.

Berikut ini daftar Pengurus Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan.

More

Tumor Otak

Tumor Otak

Tumor OtakPENGERTIAN

Massa intrakranial (baik primer maupun sekunder) yang memberikan gambaran klinis proses desak ruang dan atau gejala fokal neurologis.

ANAMNESIS

Pada anamnesis didapati adanya riwayat nyeri kepala kronik yang tidak berkurang dengan obat analgesik, muntah tanpa penyebab gastrointestinal, kejang yang berulang, gangguan visus, perubahan mental (keluhan psikiatri) dan kesadaran yang menurun secara perlahan-lahan.

PEMERIKSAAN FISIK

Ditemukan gejala peningkatan tekanan intrakranial yaitu nyeri kepala, muntah dan kejang. Gejala fokal/ defisit neurologis fokal. Pada pemeriksaan funduskopi dijumpai adanya papil edema.

TERAPI

  • Kausal: operatif, radioterapi dan kemoterapi
  • Obat-obat dan tindakan untuk menurunkan tekanan intrakranial: deksametason, manitol dan posisi kepala ditinggikan 300
  • Simptomatik (bila diperlukan): antikonvulsan, analgetik/ antipiretik, sedatif, antidepresan, dan lain-lain
  • Rehabilitasi medik

  EDUKASI

Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga meliputi pengertian, tanda dan gejala, cara menegakkan diagnosa dan penatalaksanaan SOL intrakranial. Perawatan pasien di rumah, nutrisi, serta serta indikasi rawat inap (yaitu telah terdapat keluhan dan kelainan saraf yang berat dan dan gangguan hormonal dan metabolik).

More

Nyeri Kepala

Nyeri Kepala

NYERI KEPALA / SEFALGIA

Nyeri kepala ialah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada seluruh daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai ke daerah belakang kepala (area oksipital dan sebahagian daerah tengkuk.

nyeri-kepala

ANAMNESIS

Penderita ditanyakan frekuensi serangan nyeri kepala, durasinya, karakteristik nyeri (lokasi, kualitas, intensitas, bertambah berat dengan aktifitas atau tidak), gejala penyerta (nausea, muntah, fotofobia, fonofobia) dan apakah ada kaitan dengan kelainan lain. Ada tidaknya gejala prodromal, aura dan faktor pencetus. Riwayat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial dan tanda-tanda infeksi. Riwayat trauma, pemakaian obat, kelainan psikiatrik dan penyakit lainnya seperti pada mata, gigi, dan lain-lain.

 

PEMERIKSAAN FISIK

  • Nyeri kepala primer tidak ditemukan kelainan neurologis fokal
  • Nyeri kepala sekunder dan lainnya dapat dijumpai kelainan neurologis fokal, tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial dan tanda-tanda infeksi.

 

EDUKASI

Penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit nyeri kepala primer dan sekunder, pengobatannya dan prognosisnya. Merubah gaya hidup menjadi hidup sehat.

More

Pesta Pelindung RS St. Elisabeth

Pesta Pelindung RS St. Elisabeth
Santa Elisabeth dari Hungaria. Pelindung Kongregasi dan RS St. Elisabeth Medan.
Pesta: 17 Nopember
sta-elisabeth-dari-hungariaSejarah Singkat:

Elisabeth adalah puteri dari raja Hungaria. Pada saat berusia 14 tahun ia dikawinkan dengan Louis dari Thuringia, seorang pangeran dari Jerman dan dikaruniai tiga orang anak.

Di bawah tuntunan seorang Frater Fransiskan, ia mempraktekan hidup doa, tapa, dan pelayanan kepada orang miskin dan sakit. Untuk mencoba menjadi sama seperti orang miskin, ia pun mengenakan pakaian yang sangat sederhana. Setiap hari ia membawakan roti kepada ratusan orang miskin di negeri itu. Orang-orang mencintai dia dan memanggilnya “Ibu Elisabeth terkasih.”

Sesudah kematian suaminya Elisabeth pun tinggal bersama ketiga orang anaknya. Sambil memberikan uangnya kepada orang miskin, ia bekerja juga untuk keluarganya, sebab ia diperlakukan secara salah oleh keluarga dari pihak suaminya. Ia bergabung dengan Ordo Ketiga St. Fransiskus, dan melewatkan tahun-tahun kehidupannya khusus melayani orang-orang miskin di rumah sakit.
Elisabeth meninggal pada usia 24 tahun.

Pesta Pelindung RS St. Elisabeth Medan dilaksanakan pada tanggal 17 Nopember 2016 dengan kegiatan:

  1. Syukuran Hasil Akreditasi Tingkat Paripurna.
  2. Pengumuman Karyawan Terbaik

— Terima kasih atas partisipasi dari semua pihak —

More