All posts by Admin

Trauma Kapitis (Cedera Kepala)

Trauma Kapitis (Cedera Kepala)

TRAUMA KAPITIS (CEDERA KEPALA)

 

PENGERTIAN

Trauma kapitis adalah trauma mekanik langsung terhadap kepala baik secara langsung ataupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologis yaitu gangguan fungsi fisik, kognitif, fungsi psikososial baik temporer maupun permanen.

 

ANAMNESIS

  • Trauma kapitis dengan/ tanpa gangguan kesadaran atau lucid interval
  • Perdarahan/ otorrhea/ rhinorrhea
  • Amnesia traumatika (retrograde/ anterograd)

 

PEMERIKSAAN FISIK

  • Skala Koma Glasgow (SKG) merupakan penilaian neurologis yang cepat pada trauma kapitis yang akut
  • Pemeriksaan tanda – tanda trauma luar, memar atau perdarahan di kepala dan scalp dan darah di liang telinga atau di dekat membran timpani dapat sebagai petunjuk kerusakan otak yang terselubung. Juga perlu diperhatikan cedera pada cervical dan sistemik lainnya.
  • Pemeriksaan neurologis lainnya
    • Fungsi batang otak: besar dan reaksi pupil, respon okulosefalik (Doll’s eye phenomenon) dan respon okulovestibular/ okuloauditorik.
    • Pola pernafasan: Cheyne Stokes, Central neurogenic hyperventilation, Apneustic breathing atau Ataxic breathing
    • Pemeriksaan fungsi motorik: kekuatan otot, reflex tendon dan tonus otot
    • Pemeriksaan funduskopi

 

EDUKASI

Memberikan penjelasan kepada pasien dan keluarga meliputi pengertian, keadaan pasien (gawat darurat atau tidak), langkah-langkah pengobatan (jika memerlukan operasi) dan prognosis pasien.

 

 

More

Neuropati

Neuropati

NEUROPATI

 

PENGERTIAN

Proses patologi yang mengenai susunan saraf perifer, berupa proses demielinisasi atau degenerasi aksonal atau kedua-duanya. Sususan saraf perifer mencakup saraf otak, saraf spinal dengan akar saraf serta cabang-cabangnya, saraf tepi dan bagian-bagian tepi dari susunan saraf otonom.

 

ANAMNESIS

Keluhan berupa keluhan nyeri, rasa terbakar, ditusuk, disayat, hentakan, kesetrum, parastesia, hilang rasa, kurang rasa, disestesia, hiperlagesia, alodinia, hiperpatia, nyeri pantom, penurunan rasa vibrasi dan posisi, kelemahan motorik dan keluhan vasomotor/sudomotor/atrofi jaringan subkutan. Ditanyakan awitan, perjalanan penyakit, mencari penyakit dasar (diabetes melitus, trauma, neuralgia trigeminal, neuroma dan herpes zoster), riwayat pengobatan, kualitas nyeri, lokasi, distribusi/penjalaran, faktor yang meringankan/memperberat. Anamnesis psikologis/”pain triad” (kecemasan, depresi, gangguan tidur).

 

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan neurologis meliputi pemeriksaan sensorik (parestesia, nyeri, terbakar, penurunan rasa raba, vibrasi dan posisi), pemeriksaan motorik (kelemahan otot-otot), reflek tendon menurun dan fasikulasi.

 

EDUKASI

Memberikan informasi yang mudah dipahami pasien tentang penyakitnya, pengobatan dan hal-hal yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan. Memberikan edukasi mengenai aktifitas fisik sehari-hari, kepatuhan mengkonsumsi obat dan sebagainya.

 

More