Blog RS Santa Elisabeth Medan

Komplikasi Penyakit Diabetes

Komplikasi Penyakit Diabetes

Banyak penderita diabetes yang meninggal bukan akibat penyakit diabetes melitus itu sendiri melainkan komplikasinya. Komplikasi penyakit diabetes bisa menyerang mata, kulit, menyebabkan tekanan darah tinggi yang mengakibatkan stroke dan masalah jantung, hingga osteoporosis. Glukosa di tubuh penderita diabetes sangat tinggi kadarnya karena insulin yang berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen tak mampu diproduksi oleh tubuh.

Banyaknya glukosa membuat tubuh menderita banyak penyakit. Menurut dr.Budianto Sigalingging, Sp.PD spesialis penyakit dalam RS St. Elisabeth Medan “Penderita diabetes harus menjaga kestabilan kadar gula darah agar komplikasi diabetes tidak terjadi.” Komplikasi penyakit diabetes melitus sangat mungkin menyerang organ-organ tubuh di bawah ini.

• Mata

Kadar gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan pada organ mata. Kadar gula darah

yang kerap kali berubah-ubah dapat menyebabkan masalah keseimbangan cairan pada lensa mata.

Lensa mata bisa saja menyerap terlalu banyak cairan yang dapat membuat mata membesar dan

membuat penglihatan menjadi kabur. Saraf mata dan pembuluh darah yang mengirimkan darah ke

retina juga dapat rusak akibat adanya diabetes. Selain glaukoma dan katarak, diabetes juga dapat

menyebabkan kebutaan.

• Kulit

Komplikasi diabetes biasanya menyerang kulit. Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri adalah

hal utama pada komplikasi diabetes yang menyerang kulit. Rasa gatal juga sering timbul akibat adanya

penyakit gula dan hal-hal ini diakibatkan oleh adanya sirkulasi darah yang buruk. Komplikasi diabetes

yang menyerang kulit atau yang biasa disebut diabetes dermopathy ditandai dengan adanya bercak

merah kecoklatan pada kulit. Komplikasi diabetes ini biasanya terjadi pada mereka yang telah mengidap

diabetes selama 10 hingga 20 tahun.

• Tulang

Tahukah Anda bahwa kepadatan tulang dapat dipengaruhi oleh adanya penyakit gula tipe 1 ? Tidak

hanya kepadatan tulang, resiko terjadinya fraktur atau patah tulang juga sangat tinggi bagi penderita

diabetes. Sedangkan diabetes tipe 2 sepertinya terhindar dari adanya osteoporosis. Untuk mencegah

terjadinya pengurangan kepadatan tulang, penderita diabetes tipe 1 dianjurkan untuk mengonsumsi

vitamin D atau diet yang tinggi kalsium.

• Tekanan darah

Diabetes dapat mengakibatkan masalah pada jantung yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi.

Resiko terhadap stroke menjadi dua kali lipat dalam lima tahun sejak seseorang divonis mengidap

diabetes mellitus tipe 2. Diabetes menyebabkan terjadinya sirkulasi darah yang buruk sehingga

mempengaruhi tekanan darah dan gangguan pada jantung.

• Kaki

Pasti Anda sering mendengar bahwa seorang penderita diabetes harus diamputasi kakinya. Infeksi pada

kaki sering kali membuat para penderita diabetes terpaksa merelakan kakinya. Infeksi pada kaki ini

disebabkan oleh adanya sirkulasi darah yang buruk. Aliran darah ke kaki sering kali terganggu yang

akhirnya menimbulkan penyakit pembuluh darah perifer pada kaki. Pembuluh darah ini menyempit

karena adanya timbunan lemak. Namun, penderita diabetes tidak dapat merasakan sakit atau panas

akibat penyempitan ini. Yang terjadi adalah infeksi telah berkembang tanpa disadari oleh penderita.

• Ginjal

Ketika insulin tidak diproduksi maka glukosa tidak akan diubah menjadi glikogen sebagai energi, hasilnya

adalah glukosa akan terus beredar di pembuluh darah. Sebagai alat filter dalam tubuh, ginjal berfungsi

untuk menyaring terlalu banyak darah. Gula dalam darah yang terlalu banyak tentu saja memperkeras

kerja ginjal. Kerja keras ginjal yang terus menerus dapat membuat ginjal berhenti untuk bekerja suatu

saat nanti.

Ada begitu banyak komplikasi diabetes yang mengerikan dan mengancam nyawa. Selain organ

tersebut diatas, jantung, hati, pembuluh saraf dan organ tubuh lainnya juga akan menurun fungsinya

akibat diabetes. Untuk itu selalu jaga kestabilan kadar gula dalam darah untuk meminimalisir terjadinya

komplikasi.

Bila anda terindikasi terkena diabetes melitus segera konsultasikan ke dokter anda dan lakukan

pemeriksaan secara periodik

Comments (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *